Dapatkah ‘mereka’ mendengar Yesus?

Bringing Jesus to a slum community

Bringing Jesus to a slum community in Jakarta

Para pelayan datang ke daerah Cideng di sekitaran Jakarta, dengan membawa beberapa Proyek Trotoar supaya melalui ini kita bisa berdoa dan membuat rancangan untuk hari mereka. Setiap hari sabtu, mereka berkeliling dan masuk ke sebuah komunitas kumuh dengan jumlah penduduk sekitar 3000 jiwa yang hidup didekat sungai dan diantara rel kereta api. Mereka hidup disini dan menghabiskan waktu hanya dalam komunitas ini, banyak anak-anak yang menjadi peminta-minta, dan berkeliaran hanya untuk meminta belas kasihan dan berharap ada yang mau menolong dan memperhatikan mereka.

Ketika pertama kali Risna selaku pelayan dalam Proyek Trotoar datang untuk melihat pertama kalinya ke Cideng, dia sangat terkejut karena banyak sekali yang hidup di daerah seperti ini. Pemerintahan  Indonesia telah memperkirakan sekitar 7300 anak hidup di jalanan (khusus ibu kota Jakarta), ketika Risna melihat salah satu lingkungan kumuh seperti ini, ia mengatakan ini lebih dari 10 kali dari pada jumlah keseluruhan. Hampir seluruh dari mereka tidak pernah melihat alkitab atau mendengar tentang Yesus, dan hampir seluruh lembaga/yayasan berdiri dari organisasi Kristen oleh karena itu Risna sangat antusias dengan Proyek Trotoar. Karena dengan program ini, dia memiliki pegangan untuk mendekati anak-anak tersebut dengan membawa harapan dan bantuan dari ranah yang lain. Dan ini memang berhasil!.

The Green Bag

The Green Bag

“Banyak dari anak-anak ini yang merasa rendah diri. Saya sangat senang menceritakan pada mereka tentang seorang Guru yang menyebut anak-anak bagi dirinya sendiri, yang menyembuhkan mereka, yang peduli tentang mereka dan bahkan tahu jumlah rambut di kepala mereka – mata mereka terbuka sedikit lebih lebar dan nilai-nilai percaya diri mulai tumbuh di hati kecil mereka!

Saya mencintai pekerjaan ini dan sangat menyukai bagaimana Proyek Trotoar membawa kesembuhan dan harapan untuk mereka. Aku akan melakukan ini terus pada tahun-tahun yang akan datang. Hari ini mungkin satu-satunya kesempatan anak-anak ini harus mendengar tentang kasih Yesus.

Dan mereka duduk, lalu merencanakan sesuatu dan kemudian berdoa, mereka percaya bahwa hari ini kan membuat sebuah perubahan.

______________________

Dalam Firman-Nya, “Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Matius 9:37-38.

This entry was posted in Pavement Project. Bookmark the permalink.